MARC akan tersingkir? Itulah judul post sebelumnya. Mengapa masih ada tanda tanya? Dari tulisan berikut, yang merupakan ringkasan dari Transforming our Bibliographic Framework, statement Dr Deanna B. Marcum dari Library of Congress, akan menjadi jelas bahwa nasib MARC belum tentu buruk. Mungkin jatuh dari tahtanya, tapi betul-betul lenyap???
Library of Congress, seperti sudah disebut dalam posting kemarin, akan mengerjakan suatu proyek yang akan membawa perubahan besar dalam kerangka pengawasan bibliografi. Dampaknya akan berskala internasional. Juga akan terasa oleh kita, kelak. Apa saja faktor-faktor yang mendorong LC mengadakan proyek ini, dan kira-kira ke arah mana proses transformasi ini? LC memahami bahwa ada banyak pertanyaan, maka di situs BFTI dimuat pemaparan Deanna B. Marcum, Associate Librarian for Library services dari LC, yang akan memimpin proyek transformasi ini.
Menurut Deanna Marcum, masa depan pengawasan bibliografi mulai lagi mendapat perhatian besar di kalangan pustakawan sebab ada pelbagai perkembangan di bidang teknologi dan perubahan lingkungan perpustakaan yang dapat menjadi peluang untuk lebih meningkatkan layanan bibliografi dan mengokohkan kedudukan perpustakaan dan lembaga pengelola warisan budaya lain sebagai simpul penting dalam siklus penciptaan, penyimpanan dan penyebaran informasi. Namun peluang ini, apabila tidak dihadapi dengan respons yang cepat dan tepat, akan bisa menjadi ancaman bagi eksistensi perpustakaan dan lembaga sejenis. Maka perlu dilakukan analisis dampak lingkungan. Bagaimana situasi sekarang, situasi masa depan, identifikasi komponen kerangka pengawasan bibliografi, komponen yang lemah atau menghambat, dan merancang proses yang akan mentransformasi kerangka yang sudah mulai goyah menjadi kerangka yang kokoh.
Perubahan memang selalu membawa ketidak-pastian, demikian kata Marcum, namun di samping itu perpustakaan, pusat informasi dan lembaga pengelola warisan budaya lain, di seluruh dunia menghadapi situasi fiskal yang berbahaya. Anggaran semakin ciut, tetapi pada waktu yang bersamaan, data dan sarana bibliografi yang harus disiapkan, khususnya data digital, justru memerlukan tambahan dana yang besar. Dalam situasi seperti ini banyak institusi terpaksa melonggarkan standar kualitas cantuman bibliografi. Maka peningkatan efisiensi dalam penciptaan dan pemanfaatan bersama metadata menjadi keharusan yang mendesak.
LC telah melakukan investasi besar-besaran untuk pengembangan dan implementasi standar-standar encoding seperti MARC 21, standar pengatalogan dan kosa kata pengindeksan seperti AACR2, RDA, dan LCSH. Tetapi salah satu hal yang terungkap dari komentar peserta testing RDA yang baru-baru ini dilakukan LC, mengungkapkan bahwa banyak peserta berpendapat bahwa perlu menggantikan MARC 21 agar manfaat dari standar isi (content standard) yang baru dapat dioptimalisasi. LC sekarang akan mengevaluasi bagaimana sumber-sumber dayanya untuk penciptaan dan tukar-menukar metadata sekarang sedang digunakan, dan bagaimana sumber daya ini bisa lebih dimanfaatkan di masa anggaran kecil, tapi tuntutan besar.
Apa yang akan dilakukan LC?
(1) Menentukan aspek mana dari standar encoding untuk metadata yang harus dipertahankan dan dikembangkan menjadi format masa depan. MARC 21 akan dipertimbangkan, sebab jutaan cantuman telah tersimpan dalam format ini. Standar lain akan dipelajari pula.
(2) Bereksperimen dengan Semantic Web dan teknologi linked data untuk melihat apa kegunaannya bagi pengelolaan data bibliografi dan bagaimana model-model sekarang harus disesuaikan agar bisa memanfaatkan kegunaan ini.
(3) Mendorong penggunaan ulang metadata perpustakaan di lingkungan web yang lebih luas, sehingga pengguna (end user) akan mendapatkan metadata yang berkualitas.
(4) Memungkinkan pengguna menjelajahi hubungan-hubungan antara berbagai entitas, seperti orang, tempat, organisasi, dan konsep, agar bisa menelusur dengan lebih akurat, baik di katalog perpustakaan, maupun internet. Model data yang tampaknya bagus, seperti FRBR (Functional Requirements for Bibliographic Records) untuk bernavigasi antar hubungan, akan dipertimbangkan untuk digunakan.
(5) Mempelajari pelbagai cara baru yang dapat digunakan untuk menampilkan metadata, sehingga tidak selalu perlu menggunakan sistem berbasis MARC.
(6) Mengidentifikasi risiko apabila melakukan perubahan, risiko apabila tidak berbuat apa-apa. Termasuk menilai cepat-lambatnya membuat perubahan. Apakah harus maju langkah demi langkah, atau bertindak lebih berani, lebih cepat?
(7) Membuat rencana untuk mengintegrasikan metadata yang telah ada ke dalam sistem bibliografi baru (dalam infrastruktur teknis yang lebih luas dari LC). Hal ini sangat penting mengingat besarnya nilai dan jumlah pangkalan data lama, warisan sistem dan standar sebelumnya.
Proyek transformasi ini akan dikerjakan oleh LC bekerjasama dengan banyak pihak lain: "We will consult our partners and customers in the metadata community , standards experts in and out of libraries, designers and builders of systems that make use of library metadata." Input dari dunia internasional juga dinantikan.
Time-frame dari proyek ini? Tidak disebut. Tapi melihat bahwa ada keterangan bahwa LC merencanakan untuk mengadakan serangkaian pertemuan untuk para pakar dan pihak-pihak yang berkepentingan pada tahun 2012 dan 2013, proyek ini rupanya proyek dengan jangka cukup panjang!
Comments