Informasi tentang perkembangan RDA berikut dirangkum dari Frequently Asked Questions (FAQ) di situs JSC AACR.
Pengguna RDA
RDA dibangun atas landasan AACR dan akan
merupakan suatu perangkat petunjuk dan instruksi untuk deskripsi (resource
description) dan akses yang mencakup semua
jenis isi dan media. Standar baru ini dikembangkan terutama untuk perpustakaan,
namun JSC berkonsultasi dengan komunitas lain (arsip, musium, penerbit,
pendidik, pedagang buku, vendor Integrated Library Systems) supaya RDA searah
dengan standar metadata yang digunakan di komunitas
tersebut.
Hubungan antara
RDA dan draft Statement of International Cataloguing
Principles
Saat ini IFLA
sedang merevisi Paris Principles tahun 1961, jadi RDA dan revisi berlangsung
pada waktu yang sama. RDA dan revisi Paris Principles merupakan dua projek yang
terpisah, namun apa yang sedang dikerjakan dilakukan dengan saling
memperhatikan, sebab kedua projek masih terkait. Antara JSC dan IFLA memang
terdapat hubungan kerjasama formal, yang diperkuat oleh struktur keanggotaan
dalam kelompok kerja masing-masing. Misalnya: anggota JSC berpartisipasi dalam
rangkaian pertemuan pertama para pakar pengatalogan dan masih tetap
berpartisipasi dalam penyusunan Statement of International Cataloguing
Principles.
FRBR dan
hubungannya dengan RDA
FRBR adalah
akronim Functional Requirements for Bibliographic Records. FRBR dikembangkan
oleh suatu Study Group IFLA (192-1997), dan IFLA masih tetap memonitor aplikasi
FRBR dan mempromosikan penggunaannya.
FRBR mencakup
suatu model konseptual yang terdiri atas entitas, hubungan, dan atribut-atribut,
dan mengidentifikasi sasaran spesifik yang harus terpenuhi oleh cantuman
bibliografi agar bermanfaat pengguna, yaitu: menemukan, mengidentifikasi,
menyeleksi, mendapatkan. Keempat kegiatan ini dalam terminologi FRBR disebut
“user tasks”. FRBR merekomendasikan sekelompok unsur yang harus ada dalam
cantuman bibliografi nasional.
FRBR merupakan
bagian dari landasan konseptual RDA. RDA akan:
-
menggunakan
terminologi FRBR apabila sesuai (misalnya menggunakan nama satuan bibliografi
seperti “work”, “expression”, “manifestation”, dan
“item”)
-
menggunakan
atribut FRBR sebagai dasar untuk unsur data tertentu dari deskripsi
bibliografi
-
membahas
hubungan-hubungan (relationships) FRBR di Part II dari
RDA
-
menggunakan
user tasks sebagai dasar untuk menetapkan sekelompok unsur
wajib